Gambaran Singkat Kurikulum Taman Kanak Kanak di Indonesia

Usia emas pada anak, yaitu sejak dalam kandungan hingga kira-kira enam tahun (ada beberapa pendapat berbeda tentang rentang usia masa emas) adalah masa yang sangat berharga karena pada periode ini perkembangan kecerdasan dan kreativitas akan berlangsung secara maksimal. Berdasarkan teori ini, maka pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi begitu penting. Pendidikan formal usia dini bagi anak adalah sekolah taman kanak-kanak yang dikelola oleh pemerintah atau swasta.

Berdasarkan Permendiknas No 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, pemerintah yang berwenang telah menetapkan kurikulum standar bagi jalur formal pendidikan usia dini pra sekolah dasar. Tetapi terdapat juga sekolah-sekolah yang mengembangkan kurikulum taman kanak kanak dengan beberapa kurikulum tambahan untuk memaksimalkan potensi kecerdasan anak atau yang biasa disebut kurikulum plus.

Pengembangan Kurikulum Taman Kanak Kanak di Indonesia

Terdapat dua bidang pengembangan pokok untuk meningkatkan potensi kecerdasan intelektual dan mental spiritual anak pada kurikulum taman kanak kanak, yaitu pengembangan kemampuan dasar dan pembentukan karakter.

Pengembangan kemampuan dasar

Kemampuan dasar anak terdiri dari keterampilan berbahasa, kognitif, dan fisik. Untuk keterampilan berbahasa, diharapkan anak akan mampu menyerap dan memahami informasi dengan bahasa yang ringkas dan sederhana, dan sebaliknya juga mampu mengungkapkan atau memberi informasi dengan bahasa yang jelas dan sederhana.

Pengetahuan bahasa asing dasar juga bisa diajarkan pada usia taman kanak-kanak. Untuk keterampilan kognitif, siswa diharapkan mampu memahami ilmu pengetahuan sederhana, mengerti konsep bentuk, ukuran, pola, dan warna, dan dapat memahami huruf dan angka..

Pembentukan karakter

Penanaman kebiasaan baik sangat bagus dilakukan pada periode golden age ini karena kebiasaan baik itu akan terbawa hingga dewasa nanti. Kurikulum taman kanak kanak untuk pembentukan karakter dapat diterapkan dengan pengajaran nilai-nilai keagamaan, moral dan sosial, misalnya dengan memberikan pendidikan agama dan menanamkan kebiasaan baik sesuai etika sosial yang berlaku sejak dini.

Wujud nyata dari dua hal tersebut misalnya, berlatih untuk melakukan ritual agama, membaca dan menghafal doa-doa pendek dalam kehidupan sehari-hari, membudayakan kebiasaan mencuci tangan, mengucapkan salam, membiasakan budaya antri, dan sebagainya.

Dengan kurikulum taman kanak kanak yang tepat, maka Pendidikan Anak Usia Dinia (PAUD) akan membentuk pondasi yang kuat bagi sistem pendidikan di Indonesia. Kurikulum seperti ini juga diharapkan dapat membantu para orang tua untuk menanamkan pendidikan secara tepat sejak dini.

Speak Your Mind

*