4 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Mainan Anak

Anak-anak pasti senang apabila diberikan mainan. Mainan merupakan sesuatu yang diperlukan dalam proses tumbuh kembang anak. Mainan dapat merangsang kreatifitas dan perkembangan otak anak. Maka dari itu orang tua hendaknya selalu memperhatikan mainan-mainan yang diberikan kepada anak karena pada tahap inilah otak anak sangat cepat dalam menangkap suatu hal yang baru dan mainan dapat menjadi salah satu hal yang merupakan proses belajar bagi anak. Dalam memilih mainan anak, setidaknya ada 4 hal penting yang perlu diperhatikan para orang tua yaitu:

  1. Pilih mainan sesuai usia anak
    Beda usia berbeda juga mainannya. Itu sudah tentu. Perhatikan usia anak ketika anda akan memilih mainan untuknya. Jangan memilih mainan yang tidak bisa dimainkan si anak karena itu akan membuat anak menjadi bosan dan mudah rewel karena ia tidak mengerti apa yang diberikan kepadanya. Misalnya saja anak usia setahun tentunya tidak akan bisa memainkan permainan seperti puzzle atau set masak-masakan. Pilihkan mainan yang sesuai dengan usia agar anak dapat mengerti memainkan permainan tersebut dengan gembira.
  2. Perhatikan bahan mainan
    Dalam memilih mainan anak, satu hal yang perlu anda perhatikan adalah jenis bahannya. Anak-anak cenderung untuk memasukkan mainan apapun yang dipegangnya ke dalam mulut. Terkadang juga ia langsung saja mengambil makanan setelah bermain tanpa mencuci tangan. Karena hal inilah anda harus berhati-hati dan selektif dalam memilih bahan mainan bagi anak agar tidak berbahaya bagi kesehatan anak. Selain itu ketika si anak sedang bermain dengan bahan-bahan lunak yang dapat dibentuk seperti tanah liat atau plastisin, sebaiknya anak berada dalam pengawasan orang tua dan diberitahu untuk tidak memasukkan bahan tersebut ke dalam mulut.
  3. Pilih mainan yang edukatif
    Seperti yang sudah disebutkan bahwa bermain merupakan proses pembelajaran bagi anak. Untuk itu sangat perlu dalam memberikan mainan-mainan yang mempunyai nilai edukasi bagi anak baik itu untuk perkembangan kognitif ataupun motorik. Contoh mainan anak untuk kognitif si anak adalah puzzle, balok-balok, bentuk huruf dan angka, serta menggambar dan mewarnai sedangkan untuk perkembangan motoriknya, anak memerlukan mainan yang membuatnya aktif bergerak seperti bersepeda dan bermain mobil-mobilan.
  4. Mainan untuk bersama-sama
    Saat anak sudah mulai besar dan mengenal orang luar selain keluarganya, tentunya anak membutuhkan mainan yang dapat membuatnya berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Hal ini penting agar si anak tidak malu-malu untuk berinteraksi sosial dan agar nantinya ketika masuk sekolah anak tidak merasa canggung bermain dengan orang lain. Contoh mainan anak yang dapat dimainkan bersama temannya seperti masak-masakan, bermain dokter-dokteran, dan bermain bola.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, tentunya anda akan dapat memilihkan mainan yang cocok dan tepat untuk anak anda. Selain anak menjadi senang dalam bermain dan melatih kreatifitasnya, bahan yang digunakan juga tentunya tidak berbahaya.

Speak Your Mind

*